BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menetapkan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 1 sebagai alternatif awal untuk mengaktifkan kembali pelayaran internasional rute Aceh-Malaysia. Rencananya, KMP Aceh Hebat 1 pelayaran ke Penang akan beroperasi dari Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara.
Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, di Banda Aceh, Jumat (15/11/2025), usai memimpin rapat pembahasan rencana tersebut. Pelayaran tahap awal ini ditargetkan mulai beroperasi pada Januari 2026 untuk mengangkut barang dagangan dan penumpang.
Visi Gubernur Perkuat Konektivitas
Sekda Aceh, M. Nasir, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Aceh untuk segera merealisasikan program pelayaran internasional.
“Gubernur meminta agar pelayaran ini segera disiapkan. Kita memiliki pelabuhan Krueng Geukueh yang sudah siap dan kapal Aceh Hebat 1 yang bisa dimanfaatkan,” kata M. Nasir.
Pembukaan lintasan laut ini merupakan bagian dari visi-misi Gubernur Aceh untuk memperkuat konektivitas internasional dan membuka jalur ekonomi baru. Pelayaran lintas negara ini diharapkan menjadi jalur strategis memperlancar arus barang dan orang antara Aceh dan kawasan utara Semenanjung Malaysia.
“Kita ingin pelayaran ini tidak hanya menjadi proyek simbolik, tapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha Aceh,” ujarnya.
Trayek Ditambah, Bukan Digeser
Lebih lanjut, M. Nasir menegaskan bahwa pengoperasian ini tidak akan mengganggu rute yang sudah ada. KMP Aceh Hebat 1, yang saat ini melayani rute Calang (Aceh Jaya) menuju Sinabang (Simeulue), akan mendapatkan penambahan trayek baru.
“Trayeknya (Aceh Hebat 1) akan ditambah, bukan digeser, dan izin pelayaran akan dimulai dari Sinabang,” katanya.
Karena itu, Sekda meminta dinas terkait segera mengurus izin trayek baru tersebut agar pelayaran internasional Aceh-Penang dapat diluncurkan sesuai target, yakni pada Januari 2026.
Kesiapan Fasilitas dan Dukungan Lintas Negara
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, menjelaskan bahwa jarak pelayaran dari Pelabuhan Krueng Geukueh menuju Penang berkisar 205 mil laut.
Menurutnya, berbagai langkah strategis telah diambil, termasuk mengirimkan surat kepada Presiden pada Agustus lalu untuk meminta dukungan.
“Pembahasan rute internasional itu kini juga telah masuk dalam pembahasan antarnegara melalui forum Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT),” kata T. Faisal.
Dukungan juga datang dari pihak Penang Port yang menyatakan siap menyediakan ruang sandar. Meski ada pembatasan untuk kendaraan darat yang masuk ke Malaysia, T. Faisal memastikan pelayaran untuk penumpang dan barang tetap bisa berjalan.
Dari sisi fasilitas, ia melaporkan Pelabuhan Krueng Geukueh sudah siap. “Gudangnya telah direhabilitasi 100 persen, dan untuk terminal penumpang sedang dalam tahap akhir persiapan. Pihak Imigrasi, Karantina dan seluruh stakeholder terkait juga telah memberikan dukungan penuh,” pungkasnya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Anber.id WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

