BANDA ACEH – Penanganan dampak bencana pasca banjir Aceh kini memasuki fase krusial, yakni pemulihan kesehatan para penyintas.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Aceh melaporkan adanya lonjakan kasus penyakit di kalangan pengungsi, mulai dari gangguan pernapasan hingga ancaman penyakit menular berbahaya.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Ferdiyus, mengungkapkan bahwa kondisi sanitasi dan kelelahan fisik pasca banjir Aceh membuat daya tahan tubuh warga menurun drastis.
Ribuan Warga Terserang Penyakit
Berdasarkan data pemantauan di lapangan hingga Jumat, penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mendominasi keluhan kesehatan.
“Pengungsi yang terserang penyakit inspeksi saluran pernafasan akut mencapai 10 ribuan orang, diare ada 1.300-an, dan flu juga mencapai 1.300-an,” rinci Ferdiyus di Banda Aceh.
Angka ini menjadi sinyal merah bagi otoritas kesehatan untuk memperketat pengawasan medis di tenda-tenda darurat.
Waspada Campak dan Isolasi
Selain ISPA, Dinkes Aceh menaruh perhatian khusus pada potensi penyebaran Campak. Ferdiyus khawatir jika tidak ditangani dengan cepat, situasi pasca banjir Aceh ini bisa memicu Kejadian Luar Biasa (KLB).
“Campak ini yang kami khawatirkan. Kalau menular bisa menjadi kejadian luar biasa,” ujarnya.
Sebagai langkah mitigasi, Dinkes telah menginstruksikan tenaga kesehatan untuk segera memisahkan pasien yang menunjukkan gejala penyakit menular. Mereka ditempatkan di tenda isolasi khusus agar tidak menjangkiti pengungsi lain yang kondisinya rentan.
Kerahkan 794 Tenaga Kesehatan
Untuk memastikan layanan kesehatan menjangkau seluruh korban pasca banjir Aceh, Dinkes mendirikan empat posko utama yang berpusat di Kabupaten Pidie Jaya, Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Kota Langsa.
Sebanyak 794 tenaga kesehatan (Nakes) diterjunkan langsung ke lapangan setiap harinya. Tugas mereka tidak hanya mengobati, tetapi juga mendistribusikan gizi tambahan bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dalam menangani penyakit menular… serta memantau kebutuhan obat-obatan,” pungkas Ferdiyus.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Anber.id WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

