ACEH

Pancasila dan Konstitusi Berkumandang di Lhokseumawe Lewat Sosialisasi 4 Pilar Nasir Djamil

Sosialisasi 4 Pilar Nasir Djamil
Sosialisasi 4 Pilar MPR RI oleh anggota DPR RI Dr. H. M. Nasir Djamil, M.Si., di Kota Lhokseumawe, Senin (9/2/2026) (Anber/Staff DPR RI)

LHOKSEUMAWE Pemahaman masyarakat terhadap fondasi dasar berbangsa dan bernegara terus diperkuat melalui pendekatan yang merakyat. Anggota DPR RI, Dr. H. M. Nasir Djamil, M.Si., menggelar agenda Sosialisasi 4 Pilar Nasir Djamil bersama warga Kota Lhokseumawe, Senin (9/2/2026).

Melalui forum kebangsaan yang dikemas secara hangat ini, nilai-nilai luhur Empat Pilar Kebangsaan dikupas secara mendalam sebagai pedoman utama bermasyarakat dan bernegara.

Di hadapan jemaah, pemuda, dan tokoh masyarakat yang hadir, Nasir Djamil membedah satu per satu landasan kebangsaan yang sering kali terlupakan di tengah dinamika zaman.

Tegaskan Bingkai Bernegara, Sosialisasi 4 Pilar Nasir Djamil Sapa Warga Lhokseumawe

Dalam kapasitasnya sebagai Anggota DPR RI, ia secara tegas menggarisbawahi bahwa prinsip Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika adalah fondasi kokoh yang tidak bisa ditawar.

Pemahaman tentang Empat Pilar Kebangsaan ini, menurut Nasir, sangat selaras dengan nilai-nilai keagamaan yang telah lama membumi di tengah masyarakat Aceh. Keduanya tidak saling bertentangan, melainkan saling melengkapi dalam membentuk karakter warga negara yang toleran dan peduli pada keadilan sosial.

Nasir Djamil kemudian memberikan analogi yang kuat mengenai hubungan konstitusi dan keimanan. Baginya, pemahaman terhadap falsafah negara harus diiringi dengan ketaatan beragama.

“Empat Pilar adalah bingkai kita dalam bernegara, sementara iman adalah tiang kita dalam beragama. Keduanya harus sejalan untuk mewujudkan Aceh yang damai dan maju,” pesan Nasir Djamil kepada warga Lhokseumawe.

PN Lhoksukon Hadirkan Keadilan Murah dan Cepat di Tanah Jambo Aye Lewat Sidang Luar Gedung

Ia juga mengingatkan bahwa falsafah negara mengajarkan masyarakat untuk menjauhi perpecahan. “Puasa mengajarkan kita untuk menahan diri dari segala hal yang merusak ibadah, termasuk menahan diri dari perpecahan,” tambahnya, mengaitkan nilai ibadah dengan ketahanan nasional.

Panggung sosialisasi tersebut turut menjadi medium edukasi konstitusi secara langsung, salah satunya dengan menampilkan kutipan konstitusi yang mengatur tentang pemilihan kepala daerah yang demokratis. Semangat kejujuran, keadilan, dan kepatuhan pada aturan konstitusi ini diharapkan dapat terimplementasi penuh dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara, khususnya di Aceh.

Forum edukasi kebangsaan ini pun ditutup dengan diskusi interaktif dan doa, memperkuat tekad warga Lhokseumawe untuk terus merawat persatuan dalam bingkai Empat Pilar.

Diguyur Hujan, Honorer Aceh Resmi Terima SK PPPK Paruh Waktu

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Anber.id WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

16 Atlet Siap Berlaga di Turnamen PB Geulanteu Cup I Lhokseumawe