NASIONAL

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI: Nasir Djamil Soroti Etika Digital

Nasir Djamil
Anggota DPR RI, Nasir Djamil. (Staff DPR RI)

ACEH UTARA – Anggota DPR RI, Nasir Djamil, menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai kebangsaan dalam sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar pada Senin (9/12/2025). 

Di hadapan generasi muda Aceh dan mahasiswa yang memadati di Aula Serba Guna, Nasir menyoroti tantangan besar arus digitalisasi yang menuntut kecerdasan literasi guna menangkal ancaman perpecahan.

Dalam pemaparannya, politisi senior ini menilai bahwa posisi generasi muda saat ini sangat strategis namun rentan. Mereka berada di garis depan lalu lintas informasi global, menghadapi derasnya disinformasi dan berita bohong (hoaks) yang dapat menggerus integrasi bangsa jika tidak difilter dengan ideologi yang kuat.

Tegaskan Bingkai Bernegara, Sosialisasi 4 Pilar Nasir Djamil Sapa Warga Lhokseumawe

Nasir Djamil menegaskan bahwa peran pemuda tidak sebatas konsumen konten, melainkan aktor utama yang membentuk opini publik.

“Anak muda hari ini bukan hanya pengguna media sosial, tetapi juga penentu arah masa depan bangsa. Karena itu, pemahaman Empat Pilar menjadi sangat penting,” ujar Nasir Djamil di sela-sela penyampaian materi.

Lebih lanjut, sosialisasi ini membedah bagaimana implementasi nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam aktivitas media sosial. Nasir mengingatkan bahwa ruang digital tidak boleh menjadi arena liar yang memicu konflik horizontal. Sebaliknya, platform digital harus menjadi sarana memperkuat persatuan melalui narasi yang positif dan konstruktif.

Diskusi berjalan dinamis ketika para peserta, yang terdiri dari mahasiswa dan pemuda dengan latar belakang beragam, menyampaikan kegelisahan mereka. Isu polarisasi sosial dan politik yang kerap muncul di beranda media sosial menjadi topik hangat yang dibahas.

Pancasila dan Konstitusi Berkumandang di Lhokseumawe Lewat Sosialisasi 4 Pilar Nasir Djamil

Menjawab keresahan tersebut, Nasir menyebut bahwa Empat Pilar MPR RI hadir sebagai solusi ideologis. Konsep ini berfungsi menjaga keseimbangan (check and balances) antara kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi dengan tanggung jawab moral sebagai warga negara.

Menutup kegiatan di Aceh Utara ini, Nasir berpesan agar perbedaan pandangan tidak lantas menciderai kerukunan yang telah lama terjalin.

“Berbeda pendapat itu wajar, tetapi persatuan bangsa harus tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.

Prabowo Ratas di Hambalang: Bangun ‘Kampung Haji’ dan Kebut Pemulihan Sumatra

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Anber.id WhatsApp Channel Disini. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.